Monday , February 6 2023
Mengenal Perencanaan Pengadaan Obat Wajib Apotek, Jenis dan Manfaatnya

Mengenal 4 Perencanaan Pengadaan Obat Wajib Apotek, Jenis dan Manfaatnya

Membuka usaha apotek berarti Anda harus siap dengan berbagai jenis obat dan juga berhubungan dengan banyak suplier. Ada setidaknya 7 jenis obat yang dijual di apotek, yaitu obat bebas, obet keras, obat yang masuk dalam kategori narkotika, obat fitofarmaka, obat herbal, obat herbal terstandar dan obat wajib apotek.

Obat wajib apotek merupakan obat keras yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Obat ini merupakan obat yang sangat umum dicari oleh masyarakat karena prevalensinya yang cukup tinggi. Dalam penjualan obat wajib apotek ini, apoteker juga harus mengedukasi dengan baik mengenai dosis, indikasi dan juga efek samping dari obat tersebut.

Metode Perencanaan Obat Apotek

Dengan jumlah dan jenis obat yang sangat beragam, dengan suplieryang berbeda. Tentu saja pengelola apotek memerlukan perencanaan yang matang dan juga sistematis sebelum melakukan pengadaan obat di apotek.

Perencanaan obat merupakan hal yang memegang peranan cukup penting dalam kegiatan operasional apotek. Aktivitas perencanaan meliputi kegiatan pemilihan jenis obat yang akan dijual, jumlah stok yang akan disediakan di apotek sampai dengan penentuan harga jual.

Untuk memudahkan dalam perencaan obat, biasanya pengelola apotek akan menggunakan metode tertentu. Berikut adalah beberapa metode yang bisa digunakan dalam perencanaan obat apotek:

1. Metode Epidemologi

Yang pertama adalah metode epidemologi. Metode ini merupakan metode perencanaan obat yang dilakukan berdasarkan pola penyebaran suatu penyakit di masyarakat.

2. Metode Konsumsi

Metode yang kedua adalah metode konsumsi. Dalam metode ini perencanaan dilakukan berdasarkan data obat keluar, dari data ini akan dilakukan pengelompokan obat menjadi fast moving dan slow moving. Sehingga lebih mudah saat akan melakukan pengadaan obat.

3. Metode Kombinasi

Metode yang ketiga adalah gabungan dari metode epidemologi dan konsumsi, disebut juga dengan metode kombinasi. Pengadaan obat ini dibuat berdasarkan pola sebaran penyakit dan ketersediaan obat pada periode sebelumnya, yang diperoleh dari data obat keluar.

4. Metode Just in Time

Dan metode yang keempat adalah metode just in time. Metode ini tidak bisa digunakan untuk semua obat. Biasanya metode ini digunakan untuk perencanaan obat yang jarang diresepkan, memiliki masa kadaluarsa yang pendek dan juga harga yang cukup mahal.

Setelah perencanaan dilakukan, stok obat yang sudah menipis akan ditulis dalam buku defecta. Untuk apotek-apotek yang memiliki pengelolaan lebih teliti tidak hanya stok saja yang dicatat. Namun menggunaka teknik pareto dalam pencatatan di mana akan ditulis pula penjualan obat tertinggi dan terendah.

Jenis Pengadaan Obat di Apotek

Setelah perencanaan obat selesai dibuat, maka pengelola apotek akan masuk ke dalam fase pengadaan obat. Biasanya pengadaan obat akan dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan apotek. Ada beberapa jenis pengadaan yang bisa dilakukan oleh pengelola apotek, yaitu:

1. Pengadaan Rutin

Jenis pengadaan yang pertama adalah pengadaan rutin. Jenis pengadaan ini merupakan pengadaan yang wajib dilakukan agar stok obat di apotek tetap terjaga. Pengadaan rutin ini dilakukan berdasarkan data yang tercantum dalam buku defecta.

2. Pengadaan Mendesak

Jenis pengadaan yang kedua adalah pengadaan mendesak. Pengadaan mendesak biasanya dilakukan saat obatyang banyak dicari konsumen kosong. Biasanya pengadaan mendesak tidak dilakukan melalui suplier. Kebanyakan pengadaan mendesak dilakukan dengan cara bekerja sama dengan apotek lain yang masih memiliki stok.

3. Pengadaan Konsinyasi

Jenis pengadaan yang ketiga adalah pengadaan konsinyasi. Pengadaan ini merupakan jenis pengadaan yang berfokus pada kerjasama apotek dengan perusahaan farmasi.

Adapun cara kerja dari pengadaan konsinyasi adalah tiap bulan perusahaan farmasi akan menitipkan produk ke apotek. Pembayaran dilakukan sejumlah obat yang laku dan yang sudah mendekati masa kadaluarsa akan dikembalikan ke perusahaan untuk ditukar.

Manfaat Membuat Perencanaan Pengadaan Obat Apotek

Perencanaan dan pengadaan obat yang terstruktur akan memberikan banyak manfaat bagi apotek yang Anda kelola. Berikut adalah beberapa manfaat membuat perencanaan dalam pengadaan obat apotek:

  • Dapat mengontrol pembelian obat dengan stok yang terbatas
  • Tidak terjadi penumpukan obat slow moving
  • Anggaran apotek tetap terkelola dengan baik jumlah obat keluar dan masuk seimbang

Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa perencaan pengadaan obat memakan waktu dan tenaga tersendiri. Itulah sebabnya, Anda memerlukan software apotek Vmedis yang memiliki banyak fitur canggih, untuk mengelola apotek Anda. Termasuk membuat pareto obat dan kartu pengadaan obat secara otomatis.