Cara Membuat Website Bisnis Sendiri yang Rapi dan Hemat
Menjalankan usaha lewat media sosial memang praktis, tetapi pesan masuk sering tercecer saat pesanan ramai. Pelanggan sering kali harus bertanya bolak-balik lewat chat untuk melihat katalog atau rincian harga. Membuat website bisnis sendiri secara hemat dan fungsional membantu mengatasi kendala operasional ini. Langkah tersebut bisa berjalan tanpa harus menyewa agensi mahal.
Halaman web sederhana bertindak layaknya etalase toko yang buka sepanjang hari. Calon pembeli bisa mempelajari produk dengan tenang sebelum memutuskan untuk menghubungi kontak penjualan.
Daftar Isi
- Tentukan Fondasi Domain dan Platform
- Pilih Paket Hosting yang Sesuai Kebutuhan
- Siapkan Struktur Halaman Utama yang Ringkas
- Atur Tampilan Visual dan Muatan Konten
- Uji Coba Alur Pemesanan Sebelum Peluncuran
- Pertanyaan Seputar Cara Membuat Website Bisnis Sendiri
- Berapa modal awal untuk membuat website bisnis sendiri?
- Apakah bisa membuat website toko online tanpa keahlian koding?
- Apakah website bisnis langsung otomatis muncul di Google?
Tentukan Fondasi Domain dan Platform
Langkah awal dimulai dari memilih nama alamat website dan sistem pengelolanya. Alamat domain sebaiknya mencerminkan nama usaha, pendek, dan gampang diketik di ponsel agar calon pembeli tidak salah sasaran.
Beli domain berekstensi .com atau .id lewat penyedia layanan domain lokal. Biaya sewa domain berekstensi .id biasanya berada di kisaran Rp200.000 sampai Rp250.000 per tahun, sedangkan ekstensi .com rata-rata sekitar Rp150.000 hingga Rp180.000 per tahun.
Untuk platform pengelola konten, WordPress.org menjadi opsi fleksibel bagi usaha yang berencana menambah fitur di masa depan. Opsi lain seperti website builder instan cocok kalau waktu yang tersedia sangat terbatas, meskipun penyesuaian tampilannya lebih terbatas.
Baca Juga: Cara Menjalankan Strategi Pemasaran dari Mulut ke Mulut
Pilih Paket Hosting yang Sesuai Kebutuhan
Hosting berfungsi sebagai ruang penyimpanan seluruh gambar produk, teks, dan data transaksi. Usaha pemula yang baru memiliki puluhan pengunjung harian belum membutuhkan server pribadi yang mahal.
Paket shared hosting berkisar antara Rp30.000 sampai Rp80.000 per bulan sudah cukup memadai untuk menampung katalog sederhana. Pastikan penyedia hosting menyediakan sertifikat SSL gratis, demi menjaga keamanan data pengunjung.
Tanda gembok di bilah peramban memberi rasa aman bagi calon pembeli saat memasukkan nomor telepon atau alamat kirim.
Siapkan Struktur Halaman Utama yang Ringkas
Pengunjung website biasanya hanya meluangkan beberapa detik sebelum memutuskan bertahan atau menutup halaman. Oleh sebab itu, susunan menu navigasi tidak perlu rumit.
Fokuskan isi situs pada empat halaman inti:
Baca Juga: Cara Mengurus Izin Usaha UMKM Lewat Sistem OSS
- Beranda: rangkuman singkat jenis produk dan keunggulan utama usaha.
- Katalog atau Layanan: foto barang yang jelas, deskripsi spesifikasi, dan patokan harga.
- Tentang Usaha: cerita singkat di balik berdirinya usaha untuk membangun rasa percaya.
- Kontak: tautan langsung ke WhatsApp bisnis, peta lokasi fisik, atau formulir pesan.
Tautan menuju obrolan WhatsApp sebaiknya diletakkan di sudut bawah layar agar mudah dijangkau jempol pengguna ponsel.
Atur Tampilan Visual dan Muatan Konten
Gunakan tema berdesain bersih dengan kombinasi dua warna utama yang senada dengan logo toko. Tata letak yang terlalu ramai dengan animasi bergerak justru memperlambat waktu muat halaman dan mengganggu fokus pembaca.
Kecilkan ukuran file foto produk sebelum diunggah ke website. File gambar berukuran di atas 2 MB bikin halaman lambat terbuka, terutama bagi pembeli yang memakai jaringan seluler pas-pasan. Pertahankan ukuran tiap foto di bawah 200 KB dengan format modern seperti WebP.
Tulis keterangan produk menggunakan kalimat yang lugas dan informatif. Sebutkan ukuran bahan secara detail, berat kirim, hingga pilihan varian yang tersedia.
Uji Coba Alur Pemesanan Sebelum Peluncuran
Tahap pengetesan sering terlewat, karena rasa ingin lekas memamerkan situs ke publik. Masalah kecil seperti tombol pesan yang rusak atau gambar yang tidak muncul bisa membuat calon pembeli batal bertransaksi.
Baca Juga: Tips Memulai Bisnis Dropship yang Praktis untuk Pemula
Buka situs dari dua ponsel berbeda untuk mengecek keterbacaan teks dan posisi tombol navigasi. Minta satu rekan kerja mencoba alur belanja dari pemilihan produk sampai mengeklik tombol checkout atau WhatsApp. Jika ada kendala teknis terkait integrasi gerbang pembayaran atau pengaturan server yang rumit, berkonsultasi dengan teknisi web lepas bisa menghemat waktu penyelesaian.
Begitu semua tautan berjalan lancar, cantumkan alamat website di profil media sosial serta kemasan produk.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Website Bisnis Sendiri
Berapa modal awal untuk membuat website bisnis sendiri?
Modal awal untuk domain dan shared hosting selama setahun rata-rata berkisar antara Rp500.000 sampai Rp1.200.000, tergantung ekstensi domain yang dipilih dan penyedia hosting.
Apakah bisa membuat website toko online tanpa keahlian koding?
Bisa, platform seperti WordPress dengan plugin Elementor atau WooCommerce menyediakan sistem geser-dan-lepas (drag and drop) yang memudahkan penyusunan halaman tanpa menyentuh kode pemrograman.
Apakah website bisnis langsung otomatis muncul di Google?
Situs baru memerlukan proses indeks oleh mesin pencari. Daftarkan alamat domain ke Google Search Console dan masukkan peta situs (sitemap), agar halaman lebih cepat terdeteksi di hasil pencarian.
