Cara Mengatasi Kulit Kering Bersisik Agar Kembali Lembap
Kulit kering bersisik di area tulang kering atau lengan sering membuat rasa percaya diri menurun saat harus mengenakan pakaian lengan pendek. Kondisi ini biasanya makin terlihat jelas, terutama saat berada di ruangan ber-AC sepanjang hari kerja. Rasa gatal yang menyertai juga kerap mengganggu fokus, khususnya saat bekerja di depan laptop.
Mengoleskan losion biasa kadang hanya memberikan kelembapan sementara selama satu atau dua jam saja. Setelah itu, kulit kembali terlihat kusam dan bersisik putih seperti bedak yang terkelupas. Diperlukan penanganan yang tepat dari luar dan dalam untuk memulihkan pelindung alami kulit, agar kelembapannya bertahan lama.
Masalah ini sering disepelekan sampai akhirnya kulit terasa perih saat terkena gesekan pakaian atau sabun mandi. Kebiasaan harian yang tepat serta produk yang sesuai dapat mengembalikan kelembutan kulit. Langkah pencegahan yang konsisten juga bisa mencegah kondisi ini datang kembali pada kemudian hari.
Daftar Isi
- Mandi Air Hangat Jangan Terlalu Lama
- Cara Memilih Pelembap yang Tepat
- Eksfoliasi Lembut Seminggu Sekali
- Menjaga Kelembapan Udara di Sekitar Tempat Kerja
- Perbanyak Asupan Cairan dan Nutrisi dari Dalam
- Hindari Sabun Mandi yang Mengandung Banyak Busa
- Pertanyaan Seputar Tips Mengatasi Kulit Kering Bersisik
- Kenapa kulit tetap bersisik padahal sudah pakai losion setiap hari?
- Apakah mandi air dingin lebih baik untuk kulit kering?
- Berapa harga pelembap khusus untuk kulit kering bersisik?
Mandi Air Hangat Jangan Terlalu Lama
Kebiasaan mandi dengan air panas setelah seharian bekerja di kantor memang terasa menenangkan otot yang tegang. Namun, suhu air yang terlalu tinggi dapat meluruhkan minyak alami pada permukaan kulit. Kehilangan minyak alami ini membuat air di dalam lapisan kulit menguap lebih cepat ke udara bebas.
Batasi waktu mandi maksimal sepuluh menit saja demi menjaga kelembapan alami tubuh. Air suam-suam kuku adalah pilihan terbaik untuk membersihkan badan tanpa merusak lapisan epidermis. Jika kulit mulai terasa gatal atau memerah saat mandi, itu tandanya air yang digunakan terlalu panas.
Baca Juga: Ide Makeup Minimalis untuk Kerja yang Fresh dan Cepat
Segera tepuk-tepuk handuk lembut ke tubuh tanpa perlu menggosoknya dengan keras.
Cara Memilih Pelembap yang Tepat
Losion biasa yang encer sering kurang efektif mengatasi kulit yang sudah mengelupas. Untuk kondisi kulit kering bersisik, pelembap berbentuk krim atau salep dalam wadah jar biasanya bekerja lebih optimal. Formula krim yang lebih pekat mampu bertahan lebih lama di atas permukaan kulit yang kasar.
Cari produk yang mengandung bahan pengunci kelembapan seperti petrolatum, urea, atau ceramide. Bahan-bahan tersebut berfungsi memperbaiki lapisan pelindung kulit yang rusak akibat cuaca atau bahan kimia sabun. Oleskan pelembap ini dalam waktu tiga menit setelah mandi saat kulit masih setengah basah, agar cairan terkunci dengan sempurna.
Harga pelembap dengan kandungan khusus ini biasanya berkisar antara Rp80.000 hingga Rp250.000 per kemasan di apotek terdekat. Jika kondisi kulit tidak kunjung membaik setelah dua minggu atau bahkan timbul luka kemerahan akibat digaruk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Eksfoliasi Lembut Seminggu Sekali
Sel kulit mati yang menumpuk menghalangi pelembap meresap ke dalam lapisan kulit. Oleh karena itu, sel mati tersebut perlu diangkat agar kulit baru yang lebih sehat bisa muncul ke permukaan. Lapisan sel mati yang dibiarkan menumpuk juga membuat kulit terlihat bersisik abu-abu dan kusam.
Baca Juga: Cara Memilih Toner Sesuai Jenis Kulit agar Tidak Breakout
Hindari lulur tradisional dengan butiran scrub yang kasar karena berisiko memicu iritasi kulit sensitif. Sebagai alternatif, gunakan spons mandi yang lembut saat membersihkan tubuh. Menggosok kulit terlalu kencang justru memperparah kondisi sisik dan memicu rasa gatal.
Lakukan proses ini cukup satu kali dalam seminggu agar kulit tidak makin menipis dan kering.
Menjaga Kelembapan Udara di Sekitar Tempat Kerja
Pendingin udara di ruang kerja bekerja dengan cara menyerap kelembapan dari udara, termasuk kelembapan dari kulit tubuh. Kondisi ini membuat kulit terasa tertarik dan kering setelah beberapa jam duduk di depan komputer. Ruangan dengan ventilasi tertutup juga mempercepat proses penguapan air dari permukaan kulit tubuh.
Letakkan segelas air di dekat meja kerja untuk menambah kelembapan udara di sekitar meja. Alternatif lainnya adalah memasang alat pelembap udara portabel berukuran kecil di sudut meja.
Baca Juga: Cara Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Wajah Bersih Maksimal
Alat pelembap udara atau humidifier meja ini bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp100.000 di toko daring. Langkah sederhana ini membantu menjaga kelembapan udara di sekitar area kerja sehingga kulit tidak cepat kehilangan cairan alami sepanjang hari. Kelembapan udara yang terjaga dengan baik juga membantu pernapasan terasa lebih nyaman saat bekerja.
Perbanyak Asupan Cairan dan Nutrisi dari Dalam
Perawatan dari luar tidak akan maksimal jika tubuh mengalami dehidrasi dari dalam.
Minum air putih minimal delapan gelas sehari berperan menjaga hidrasi sel kulit dari lapisan terdalam. Konsumsi juga makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 seperti ikan kembung atau kacang tanah untuk memperkuat dinding sel kulit. Lemak sehat ini berfungsi sebagai semen yang merekatkan sel-sel kulit, agar tidak mudah mengelupas.
Hindari terlalu banyak minum kopi atau teh manis saat sore hari, karena kafein bersifat diuretik yang memicu pembuangan cairan tubuh lebih cepat. Sebagai gantinya, jus buah tanpa gula atau air kelapa muda bisa menjadi pilihan yang menyegarkan sekaligus menghidrasi tubuh dengan baik. Konsumsi buah dengan kadar air tinggi seperti semangka juga turut mendukung proses hidrasi ini.
Hindari Sabun Mandi yang Mengandung Banyak Busa
Banyak orang mengira busa yang melimpah menandakan sabun tersebut efektif membersihkan kotoran. Padahal, busa berlebih biasanya dihasilkan oleh kandungan sodium lauryl sulfate yang bisa mengikis kelembapan alami kulit. Kulit terasa kesat dan tertarik kencang setelah dibilas adalah tanda bahwa sabun yang digunakan terlalu keras.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Kulit dari Dalam Secara Alami dan Efektif
Pilihlah sabun mandi cair yang bebas kandungan parfum tambahan dan memiliki label hypoallergenic atau untuk kulit sensitif. Sabun jenis ini biasanya bertekstur seperti susu atau gel ringan yang tidak menghasilkan banyak busa. Harganya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp120.000 di berbagai minimarket terdekat.
Sebagai langkah awal yang mudah, biasakan membawa pelembap kulit ukuran kecil di dalam tas kerja agar bisa dioleskan kapan saja saat kulit mulai terasa gatal atau bersisik di kantor. Mengoleskan ulang pelembap beberapa kali sehari jauh lebih efektif daripada mengoleskannya dalam jumlah banyak sekaligus di pagi hari.
Pertanyaan Seputar Tips Mengatasi Kulit Kering Bersisik
Kenapa kulit tetap bersisik padahal sudah pakai losion setiap hari?
Losion biasa umumnya memiliki kandungan air yang tinggi sehingga cepat menguap setelah dioleskan. Untuk kulit yang sangat kering, umumnya disarankan beralih ke pelembap berbentuk krim atau salep yang mengandung ceramide atau petrolatum karena lebih efektif mengunci cairan pada lapisan kulit.
Apakah mandi air dingin lebih baik untuk kulit kering?
Ya, mandi menggunakan air dingin atau suam-suam kuku jauh lebih baik karena tidak mengikis minyak alami pada permukaan kulit. Air panas justru mempercepat penguapan air dari lapisan pelindung kulit sehingga bisa memperparah kondisi bersisik.
Berapa harga pelembap khusus untuk kulit kering bersisik?
Pelembap berbentuk krim atau salep khusus dengan kandungan urea atau ceramide biasanya bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp80.000 sampai Rp250.000 per kemasan di apotek terdekat.
