Friday , March 13 2026
MAM UP 2025 di Universitas Pertamina, Ruang Belajar Diplomasi untuk Generasi Muda ASEAN

MAM UP 2025 di Universitas Pertamina, Ruang Belajar Diplomasi untuk Generasi Muda ASEAN

Di tengah dinamika global yang terus berubah, mahasiswa dituntut tak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami praktik diplomasi internasional. Hal itulah yang terlihat dari penyelenggaraan Model ASEAN Meeting Universitas Pertamina (MAM UP) 2025, sebuah ajang simulasi diplomasi yang berlangsung pada 4–6 Oktober 2025 di kampus Universitas Pertamina, Jakarta.

Acara tahunan yang diinisiasi oleh Program Studi Hubungan Internasional ini mengangkat tema “Promoting Sustainable Growth Within ASEAN Through Multilateral Integration.” Tema tersebut mencerminkan semangat mahasiswa untuk menjawab tantangan besar kawasan Asia Tenggara, mulai dari perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga keberlanjutan ekonomi.

Selama tiga hari, para peserta menjalani pengalaman layaknya diplomat muda. Mereka berdiskusi, bernegosiasi, hingga merumuskan solusi kolaboratif atas isu-isu strategis di kawasan ASEAN. Dalam setiap sesi, peserta ditantang berpikir kritis, menyusun argumen, dan membangun konsensus — keterampilan yang sangat penting di dunia diplomasi modern.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Program Studi Hubungan Internasional, Dr. Iqbal Ramadhan, M.I.Pol., yang menegaskan pentingnya peran pemuda dalam memperkuat kerja sama regional. Menurutnya, ASEAN membutuhkan generasi baru yang tidak hanya paham isu global, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif melalui pendekatan multilateral.

Turut hadir jajaran dosen HI Universitas Pertamina seperti Dr. Indra Kusumawardhana, S.Hum., M.Hub.Int., Frieska Haridha, M.A., dan Novita Putri Rudiany, S.Hub.Int., M.A. Kehadiran mereka menambah suasana akademik yang inspiratif dan membimbing mahasiswa agar dapat berpikir strategis dalam menghadapi isu-isu kawasan.

Kegiatan MAM UP 2025 juga menghadirkan berbagai tokoh penting seperti Dr. Piti Srisangnam dari ASEAN Foundation, Dina Kurniasari, S.H., LL.M. dari Kementerian Perdagangan RI, dan Dr. Eka Chandra Buana, S.E., M.A. dari Bappenas. Mereka berbagi pandangan mengenai arah kebijakan pembangunan berkelanjutan dan tantangan kerja sama ekonomi di ASEAN.

Tak hanya diskusi, peserta juga berkesempatan mengunjungi Pertamina Maritime Training Center dan Sekretariat ASEAN. Kunjungan ini memperluas wawasan mahasiswa mengenai peran lembaga regional dan nasional dalam mewujudkan kerja sama antarnegara.

Menurut Dr. Iqbal, MAM UP bukan sekadar simulasi, melainkan wadah nyata untuk menumbuhkan empati, komunikasi lintas budaya, dan kepekaan sosial. Mahasiswa belajar bahwa diplomasi bukan hanya soal negosiasi politik, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan memahami kepentingan bersama.

Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Pertamina memperkuat posisinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada energi dan teknologi, tetapi juga pada pengembangan soft skill dan wawasan global mahasiswa. Semangat kolaborasi dan diplomasi yang tumbuh dari MAM UP 2025 diharapkan menjadi bekal penting bagi generasi muda ASEAN dalam menghadapi masa depan yang semakin kompleks.