6 Tips Jitu Melatih Balita Bicara Dengan Cepat dan Mudah

6 Tips Jitu Melatih Balita Bicara Dengan Cepat dan Mudah

6 Tips Jitu Melatih Balita Bicara Dengan Cepat dan Mudah. Memiliki balita merupakan anugrah yang paling dirindukan dalam keluarga. Perkembangan setiap tahapnya perlu dipantau untuk mengetahui apakaha anak normal atau diatas rata-rata. Perkembangan yang paling terlihat yaitu perkembangan motoric yang meliputi motoric kasar, motoric halus, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa dan perkembangan lainnya. Pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai Penyebab lebam Ditubuh Secara Tiba-tiba.

Ketika anak berusia 1 tahun pada umumnya anak sudah bisa diajak bicara, namun bahasa yang digunakan anak masih menggunakan bahasa ibu. Tak heran bila kita sebagai orang dewasa sangat kesulitan menangkap pembicaraan anak-anak. Namun ada juga anak yang berusia 1 tahun bahkan lebih belum menunjukkan kemampuan bicaranya.

Bagi orang tua yang memiliki anak dengan keterlambatan bicara sebaiknya lebih kooperatif. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merangsang perkembangan bicara anak. Kadang malah kita sebagai orang tua dengan mengajarinya tanpa ilmu. Dengan nada dan kosakata yang bisa dikatakan keliru. Tak sedikit orang tua yang mengajak anaknya bicara denan menggunakan bahasa yang cadel.

Padahal sebagai seorang anak memiliki sifat menirukan orang yang lebih besar darinya. Tak heran bila anak juga mengikuti cadel seperti yang diajarkan. Berbicaa dengan anak hendaknya menggunakan bahasa yang jelas dan diulang-ulang (ada yang menyebutkan diulang hingga 3 kali supaya perbendaharaan kosa kata anak bertambah dengan cepat).

6 Tips Jitu Melatih Balita Bicara Dengan Cepat dan Mudah

Maka dari itu kita mencoba memberika tips melatih balita untuk berbicara dengan baik dan benar sebagai berikut :

Baca Juga:

1. Dengan Meningkatkan Intensitas Percakapan

Ada kemungkinan bahwa kosa kata anak kurang atau malah minim. Ini akan menghambat mereka untuk mengucapkan kata-kata bisa berbicara. Tingkatkan intensitas percakapan dengan anak. Paparkan dengan kata-kata sederhana mengenai segala sesuatu yang ia lihat dan ia lakukan.

2. Dalam Penjelasannya Lebih Deskriptif

Jangan hanya mengenalkan benda yang dia lihat saja, akan tetapi cobalah untuk mendiskripsikan tentang kegunaannya. Mengenalkan kosa kata dan mendeskripsikannya dengan berulang-ulang, akan membuat balita mengenali obyek, mendorongnya untuk berbicara dan belajar kata-kata yang berbeda tentunya.

3. Latih Anak Dengan Menggunakan Alat—alat Yang Sederhana

Dengan cara mengisap air di dalam gelas melalui sedotan dapat melatih tarikan dan control lidah. Meniup gelembung ke udara juga akan melatih bibir agar tertutup. Meniup terompet atau suling dapat membantu menormalkan otot mulut dan mengkoreksi artikulasi. Dengan mengigit yang kenyal dapat melatih peningkatan stabilitas pergerakan rahang sebagai organ penghasil bunyi.

4. Membacakan Buku Dengan Bercerita Atau Mendongeng

Bagi orang tua bacakan cerita/buku bergambar yang sederhana dan biarkan balita mengamati gambarnya adalah salah satu cara termudah untuk mrningkatkan perkembangan bicara pada anak. Saat membicarakan cerita, tunjukkan gambar dan kenalkan kosakata pada setiap gambar.

5. Menyanyikan Dan Mendengarkan Lagu-lagu Anak

Membunyikan lagu-lagu anak, tidak ahanya menghibur akan tetapi, membantu anak membangun kosakata baru. Anda bisa bernyanyi sendiri saat bersamanya atau memeperdenganrkan lagu-lagu anak dari CD, youtube atau acara televisi balita yang bertema edukatif seperti film musical anak-anak.

6.Memberikan Penjelasan Di Luar Rumah

Banyak sekali alas an kenapa anak balita tertunda untuk dapat berbicara. Salah satunya adalah malu terhadap orang lain yang tidak pernah atau jarng bertemu. Sering-seringlah mengajak anak untuk bermain di playground, paud, taman bermain agar berkumpul dan berinteraksi dengan tman sebayanya. Juga bisa mengikutsertakan anak dlam suatu kegiatan akan memberikan dia kesempatan untuk belajar bahasa dari kelompok sebayanya dengan bermain bersama.

Manfaat dan Khasiat Asam Jawa yang Begitu Dahsyat untuk Kesehatan Tubuh

Maka dari itu kita sebagai orang tua tentunya akan memperhatikan perkembangan anak dengan maksimal. Tidak hanya subuk mencari uang dan lupa akan perkembangan anak kita sendiri. Kesibukan yang tinggi memang menguras stamina kita dalam bercengkraman dengan anak kesayangan kita. Dan tidak ada salahnya untuk mencoba mempraktekkan apa yang sudah kami berikan di artikel tersebut diatas.