Candi Ijo Yogyakarta: HTM, Sejarah, Fasilitas, Jam Buka, Alamat dan Rute Menuju Lokasi


Candi Ijo Yogyakarta Harga Tiket Masuk Sejarah Fasilitas Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Salah satu daerah tempat wisata yang banyak dipilih oleh para wisatawan adalah Yogyakarta. Bahkan Jogja sendiri menjadi tujuan wisata nomor dua setelah Bali. Pasalnya di daerah ini banyak sekali destinasi wisata, mulai dari keindahan pantai, pegunungan, hingga candi-candi yang bersejarah.

Menyusuri jalanan yang menuju ke bagian arah selatan kompleks Istana Ratu Boko merupakan sebuah perjalanan yang tentu sangat mengasyikan, terutamanya bagi para pecinta wisata Budaya. Bagaimana tidak, karena bangunan candi di tempat ini bertebaran seperti cendawan pada saat musim hujan.

Contoh salah satunya adalah candi ijo, candi ini masih belum banyak di bicarakan orang-orang, candi Ijo adalah sebuah candi yang terletak paling tinggi dari candi-candi lain yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumunya juga telah kami hadirkan informasi htm pantai baron dan juga alamat pantai kukup yang berada di gunungkidul.

Sejarah Candi Ijo

Pada abat ke-9 candi ijo mulai di bangun di sebuah bukit yang dikenal dengan nama buki hijau atau juga sering disebut dengan gumuk ijo. Dimana bukit tersebut ketinggiannya mencapai 410 meter dari permukaan laut. Karena ketinggiannya itu, para pengunjung juga dapat menikmati akan tetapi pemandangan alam yang ada di bawah berupa teras-teras seperti berada di daerah pertanian dengan kemiringan yang sangat curam.

Walaupun bukan merukapan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi ini sangatlah indah sekali dan tentu sangat sayang untuk dilewatkan.

Kompleks candi ini terdiri dari 17 struktur bangunan yang dibagi menjadi 11 teras berundak. Teras berundak yang arahnya membujur dari arah barat ke arah timur merupakan teras pertama dan juga menjadi halaman yang menuju ke pintu masuk.

LIHAT JUGA: KEINDAHAN PANTAI 3 WARNA MALANG

Sedangkan untuk bangunan teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, sedangkan untuk empat bangunan lain yaitu candi utama, dan tiga candi Perwara. Peletakan bangunan di setiap teras berdasarkan kesakralannya. Sedangkan untuk bangun pada teras tertinggi ialah yang paling sakral.

Beragam bentuk seni rupa akan banyak kita jumpai mulai dari pintu masuk bangunan yang tergolong Candi Hindu ini. Berada tepat di atas pintu masuk ada sebuah kala makara dengan motif kepala ganda dan dilengkapi dengan beberapa atribut lainnya.

Motif kepala ganda dan atribut bisa kita jumpai juga di Candi Buddha yang menunjukkan kalau candi itu merupakan bentuk akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha. Beberapa dari candi yang mempunyai motif kala makara ada juga seperti Ngawen, Sari dan plaosan.

Selain itu ada juga arca yang menggambakan sebuah sosok perempaun dan juga laki-laki yang mengarah dan melayang pada posisi-posisi tertentu. Sosok seperti ini bisa mempunyai beberapa makna.

Makna pertama, bisa berbentuk sebagai Suwuk yang berfungsi untuk mengusir roh-roh jahat dan yang kedua berfungsi sebagai lambang persatuan Dewa Siwa dan Dewi Uma. Persatuan seperti ini mempunyai makna sebagai awal dari terciptanya alam semesta. Oleh karena itulah arca di candi ijo berbeda dengan arca di candi prambanan, pasalnya corak naturalis arca pada candi ijo tidak mengarah kepada erotisme.

Jika teman-teman menuju ke bangunan candi Perwara di teras ke-11, ditempat ini terdapat sebuah tempat yang menyerupai bak tempat api pengorbanan atau yang biasa disebut dengan Homa. Tepat di atas bagian tembok belakang bak ada lubang-lubang udara atau ventilasi yang menyerupai jajar genjang dan segitiga.

Terdapatnya tempat api pengorbanan adalah tanda dari masyarakat Hindu yang memuja Brahma. Tiga candi perwara ini menunjukan penghormatan dari masyakarat terhadap Hindu Trimurti, yang bernama whisnu, Brahma, dan Siwa.

Misteri Candi Ijo

Seperti salah satu karya yang mempunyai misteri ialah dua buah prasasti yang berada di bangunan candi di teras ke-9. Salah satu prasasti tersebut yang mempunyai kode F mempunyai tulisan Guywan atau Bluyutan yang mempunyai arti pertapaan.

Salah satu prasasti lain yang terbuat dari batu yang mempunyai ukuran tingginya mencapai 14 cm dan dengan ketebalan 9 cm dan dilengkapi dengan mantra-mantra yang dipercaya berupakan kutukan.

Mantra tersebut telah ditulis sebanyak 16 kali dan ada juga yang terbaca seperti “Sarwwawinasa, Om Sarwwawinasa. Kedua prasasti ini bisa jadi sangat erat terhadap terjadinya peristiwa tertentu di Jawa kala itu, sebenarnya peristiwa tersebut belum pernah terkuak.

LIHAT JUGA: FASILITAS PANTAI BATU BENGKUNG MALANG SELATAN

Mengunjungi candi ini, para pengunjung bisa menjumpai pemandangan indah yang tidak mungkin akan bisa di jumpai di candi-candi lainnya. Pada saat teman-teman menghadap ke arah barat dan memandang ke arah bawah, kalian juga akan bisa melihat pesawat yang akan take off dan landing di Bandara Adisutjipto.

Pemandangan seperti ini bisa kita jumpai tentu karena pegungungan seribu tempat berdiri candi inillah yang menjadi pembatas dari bagian timur Bandara. Karena terdapat candi di pegunungan ini, landasan Bandara Adisutjipto tidak bisa lagi di tambah ke arah timur.

Setiap detail dari candi ini menyuguhkan sesuatu yang sangat bermakna dan akan mengajak penikmatnya untuk bisa berefleksi, sehingga kunjungan ke tempat ini tidak hanya sekedar bersenang-senang.

Ada banyak sekali jenis karya seni rupa hebat yang tanpa disertai nama pembuatnya hal inilah yang menunjukan pandangan masyarakat Jawa yang kala itu lebih mnitikberatkan untuk pesan-pesan moral yang di bawa oleh suatu karya seni, bukan karena sang pembuat atau kemegahan karya seni tersebut.

Alamat Candi Ijo

Alamat lokasi candi ijo sendiri terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko.

Rute Candi Ijo

Untuk rute candi ijo mempunyai lokasi yang tidaklah jauh, jaraknya kurang lebih sekitar 28 km dari arah timur Yogyakarta. Bagi sobat yang ingin berkunjung ke candi ijo bisa menggunakan rute menuju Candi Prambanan, setelah itu pilih arah selatan, arah menuju Candi Ijo ada di jalan raya yang menghubungkan antara Yogyakarta serta Piyungan. Setelah menempuh kurang lebih 15 menit, sobat akan menemukan papan nama yang bertuliskan Candi Ijo.

BACA JUGA: RUTE MENUJU PANTAI DRINI GUNUNGKIDUL

Jam Buka Candi Ijo

Adapun jadwal atau jam buka candi ijo, antara lain sebagai berikut:

  • Rabu: 09.00–15.00
  • Kamis : 09.00–15.00
  • Jumat : 09.00–15.00
  • Sabtu: 09.00–15.00
  • Minggu: 09.00–15.00
  • Senin: Tutup
  • Selasa: 09.00–15.00

Fasilitas Candi Ijo

Jika sobat berkunjung ke tempat wisata ini tidak perlu khawatir, karena di candi ijo ini sudah tersedia fasilitas seperti berikut ini.

Wahana Candi Ijo

  • Spot Foto
  • Gazebo

Fasilitas pendukung Tebing Breksi

  • Papan Informasi Sejarah Candi
  • Toilet
  • Parkir

Harga Tiket Masuk Candi Ijo

Untuk hara tiket masuk (htm) per orang hanya Rp 5.000 saja. Namun disana sobat akan dikenakan tarif parkir, cukup murah hanya Rp 2.000 untuk sepeda motor, kemudian untuk mobil sobat hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 5.000.

Dengan biaya masuk candi ijo yang tidak terlalu mahal dan sangat terjangkau, para pengunjung bisa melihat arsitektur megah dari candi ijo, selain itu teman-teman juga bisa melihat pemandangan disekitar dari bukit yang sangat indah ditambah sunset candi ijo di sore hari.

Demikianlah informasi terkini tentang destinasi wisata candi ijo Yogyakarta yang meliputi harga tiket masuk (htm), sejarah, fasilitas, alamat dan rute menuju lokasi candi ijo. Semoga bermanfaat bagi sobat yang sedang mencari referensi empat wisata budaya. Jangan lupa lihat juga htm gunung ireng dan juga rute menuju bukit punthuk setumbu yang telah kami hadirkan di halaman lainnya.