Budidaya lele itu terkenal tahan banting, tapi urusan pakan sering jadi sumber drama, mulai dari harga pelet naik, margin makin tipis, dan kalau salah strategi, pertumbuhan lele bisa melambat. Kabar baiknya, ada solusi yang cukup populer di kalangan pembudidaya, yaitu menggunakan pakan ikan lele fermentasi.
Fermentasi bukan cuma tren, tapi teknik sederhana untuk membantu meningkatkan kecernaan pakan, memperbaiki aroma, dan menekan biaya operasional, terutama kalau Anda memanfaatkan bahan lokal seperti dedak, ampas tahu, atau bekatul. Di artikel ini, kita akan bahas lengkap cara membuatnya, takaran, sampai tips anti gagal.
Kenapa Pakan Lele Fermentasi Banyak Dipakai?
Pakan fermentasi pada dasarnya adalah pakan yang diproses oleh mikroba baik (misalnya ragi/EM4) sehingga struktur bahan lebih mudah dicerna. Hal ini beberapa alasan kenapa banyak peternak lele suka metode ini:
- Lebih hematdibanding full pelet, karena bisa memakai bahan alternatif.
- Meningkatkan palatabilitas(pakan lebih disukai lele) karena aromanya khas.
- Membantu pencernaan, karena bahan seperti dedak dan ampas tahu jadi lebih ramah untuk usus ikan.
- Potensi FCR (Feed Conversion Ratio) lebih baik bila manajemen pakan rapi.
- Mengurangi risiko pakan cepat basi bila proses fermentasi dan penyimpanan benar.
Prinsip Dasar Fermentasi Pakan untuk Lele
Fermentasi pakan adalah proses memanfaatkan mikroorganisme untuk memecah komponen kompleks (misalnya serat kasar) menjadi bentuk yang lebih mudah dimanfaatkan. Kunci suksesnya ada pada:
- Sumber mikroba (EM4 perikanan, ragi tape, atau probiotik khusus perikanan)
- Sumber energi mikroba (molase/tetes tebu atau gula merah)
- Kadar air pas (tidak terlalu kering, tidak kebanyakan air)
- Wadah tertutup (minim oksigen untuk fermentasi yang stabil)
- Waktu fermentasi cukup (umumnya 24–72 jam, bisa lebih tergantung resep)
Bahan-Bahan untuk Membuat Pakan Ikan Lele Fermentasi
Di bawah ini contoh formulasi yang umum dipakai untuk pakan alternatif lele skala rumahan. Anda bisa menyesuaikan berdasarkan ketersediaan bahan.
Bahan Utama (Contoh Komposisi 10 kg):
- Dedak/bekatul: 4 kg
- Ampas tahu (diperas, tidak terlalu basah): 3 kg
- Tepung ikan (atau pengganti: tepung keong/tepung udang rebon): 1 kg
- Bungkil kedelai (opsional, untuk protein): 1 kg
- Jagung giling/tepung jagung: 1 kg
Alternatif: Anda bisa memasukkan onggok singkong atau tepung roti afkir sebagai sumber energi, tapi jaga kualitas (tidak berjamur).
Aktivator Fermentasi
Pilih salah satu (jangan dicampur semuanya sekaligus kalau Anda pemula, agar mudah evaluasi):
- EM4 perikanan: 100–150 ml
atau - Probiotik lele (produk budidaya): ikuti dosis label
atau - Ragi tape: 2–3 butir (dihaluskan)
Sumber Gula (Makanan Mikroba)
- Molase/tetes tebu: 100–200 ml
atau gula merah: 150–250 gram (larutkan)
Air Bersih
- Secukupnya (biasanya 1–2 liter untuk 10 kg bahan, tergantung kelembapan ampas tahu)
Alat yang Dibutuhkan:
- Ember/bak besar untuk mengaduk
- Timbangan (opsional tapi sangat membantu konsistensi)
- Wadah fermentasi: drum plastik, tong, atau jerigen besar
- Plastik/karung (bila metode fermentasi dalam karung)
- Sendok/alat pengaduk
- Sarung tangan (opsional)
Cara Membuat Pakan Ikan Lele Fermentasi
Berikut langkah praktis yang bisa Anda ikuti.
1. Siapkan dan Cek Kualitas Bahan
- Pastikan dedak, jagung giling, dan bahan kering tidak apek dan bebas jamur.
- Ampas tahu sebaiknya segar. Jika terlalu basah, peras dulu agar fermentasi tidak “banjir”.
- Tepung ikan berkualitas akan sangat berpengaruh ke nutrisi pakan lele dan aroma.
2. Buat Larutan Aktivator
Campurkan:
- EM4 perikanan 100–150 ml
- Molase 100–200 ml (atau gula merah yang sudah dilarutkan)
- Air bersih 1–2 liter
Aduk rata, lalu diamkan 5–10 menit agar “aktif”.
3. Campur Bahan Kering dan Basah
- Campurkan dedak/bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai, jagung giling sampai merata.
- Masukkan ampas tahu, aduk lagi sampai tercampur.
4. Tuang Larutan Aktivator Pelan-Pelan
- Tuang larutan aktivator sedikit demi sedikit sambil diaduk.
- Target tekstur: lembap tapi tidak becek.
Tes cepat: kepal adonan—kalau menggumpal tapi tidak mengeluarkan air berlebih, biasanya sudah pas.
5. Fermentasi dalam Wadah Tertutup
- Masukkan adonan ke drum/ember besar.
- Padatkan sedikit (untuk mengurangi udara).
- Tutup rapat.
Durasi fermentasi: 24–72 jam.
Untuk pemula, mulai dari 48 jam agar aromanya sudah terbentuk.
6. Cek Hasil Fermentasi
Pakan fermentasi yang berhasil umumnya punya ciri:
- Aroma asam manis khas (bukan busuk menyengat)
- Tidak berjamur (jamur putih tipis kadang muncul di permukaan pada beberapa metode, tapi hindari jamur berwarna hijau/ hitam)
- Tekstur lebih “menyatu” dan tidak berlendir berlebihan
Kalau bau busuk tajam atau berlendir parah, biasanya terlalu basah, wadah bocor, atau bahan awal sudah kurang bagus.
Cara Memberikan Pakan Fermentasi ke Lele (Agar Aman dan Efektif)
Pakan fermentasi bukan berarti lele langsung diberi 100% dari hari pertama. Anda perlu adaptasi.
Dosis Awal dan Adaptasi
- Hari 1–3: campur 30% pakan fermentasi + 70% pelet
- Hari 4–7: naikkan jadi 50:50
- Setelah itu: bisa 70% fermentasi + 30% pelet, atau sesuai performa ikan
Pendekatan ini membantu menjaga pertumbuhan dan meminimalkan risiko lele mogok makan.
Frekuensi Pemberian
- Umumnya 2–3 kali sehari (pagi-sore atau pagi-siang-sore)
- Berikan secukupnya, hindari overfeeding agar kualitas air tidak cepat turun
Perhatikan Respon Ikan dan Kualitas Air
Pakan alternatif lele tetap harus diiringi manajemen air:
- Jika air cepat keruh dan bau, kurangi porsi dan siphon kotoran
- Tambahkan aerasi bila padat tebar tinggi
- Pantau nafsu makan: kalau lele agresif makan dan pertumbuhan stabil, berarti komposisi cocok
Tips Anti Gagal Membuat Pakan Lele Fermentasi
1. Jaga Kadar Air
Kebanyakan gagal karena adonan terlalu basah. Ampas tahu itu penjebak kelembapan, jadi peras dulu.
2. Pakai Molase/Gula Secukupnya
Gula adalah bahan bakar mikroba. Tanpa gula, fermentasi bisa lemah. Kebanyakan gula juga tidak ideal, cukup sesuai takaran.
3. Wadah Harus Benar-Benar Tertutup
Fermentasi yang baik butuh kondisi minim udara. Wadah yang bocor bikin proses tidak stabil dan memicu bau tidak enak.
4. Gunakan Bahan Segar dan Bersih
Dedak apek + ampas tahu basi = hasil fermentasi rawan gagal, dan bisa mempengaruhi kesehatan ikan.
5. Catat Resep dan Durasi
Budidaya itu soal pengulangan yang konsisten. Catat komposisi, lama fermentasi, dan hasilnya pada pertumbuhan/FCR lele.
Cara Menyimpan Pakan Fermentasi Agar Tahan Lama
Pakan fermentasi idealnya dipakai bertahap.
- Setelah fermentasi selesai, Anda bisa pindahkan ke wadah lebih kecil yang tertutup rapat.
- Simpan di tempat sejuk dan tidak terkena matahari langsung.
- Jika ingin lebih awet, buat batch kecil tapi rutin (misalnya 10–20 kg per siklus).
Estimasi daya simpan:
- Di suhu ruang: umumnya 3–7 hari (tergantung kelembapan dan kebersihan)
- Jika lebih lama, risiko jamur meningkat—jadi cek aroma dan visual sebelum diberikan.
Contoh Variasi Resep (Kalau Ingin Lebih Tinggi Protein)
Kalau target Anda pembesaran cepat, Anda bisa naikkan porsi protein:
- Dedak 3 kg
- Ampas tahu 3 kg
- Tepung ikan 2 kg
- Bungkil kedelai 1,5 kg
- Jagung giling 0,5 kg
Fermentasi tetap sama. Ini mendekati pendekatan pelet lele fermentasi versi racikan, dengan fokus pada protein hewani + nabati.
Catatan: Hasil setiap kolam bisa berbeda tergantung kualitas bahan, kondisi air, dan manajemen budidaya. Jadi, anggap resep ini sebagai baseline yang bisa Anda tuning.
MANFAATCARANYA.COM

