Tuesday , February 7 2023
Pengertian Menstruasi Adalah, Siklus dan Gejalanya yang Perlu Diketahui

Pengertian Menstruasi Adalah, Siklus dan Gejalanya yang Perlu Diketahui

Menstruasi adalah perdarahan normal dari vagina yang terjadi akibat luruhnya lapisan rahim. Menstruasi merupakan siklus bulanan wanita yang merupakan bagian dari proses mempersiapkan kehamilan.

Menstruasi biasanya dialami pertama kali saat usia 11 atau 12 tahun. Menstruasi ini akan berlangsung setiap bulan secara terus menerus sampai memasuki usia menopause. Atau usia dimana seorang wanita suda tidak bisa hamil.

Fase-fase dalam Siklus Menstruasi

Untuk lebih mengetahui bagaimana menstruasi bisa terjadi, Anda harus mempelajari siklus menstruasi. Siklus menstruasi dibagi menjadi empat fase yaitu:

1. Fase Menstruasi

Fase yang pertama adalah fase menstruasi itu sendiri. Fase menstruasi ditandai keluarnya darah dari vagina, darah ini sebenarnya adalah dindidng rahim atau endometrium yang luruh. Dalam endometrium berisi banyak pembuluh darah dan lendir, itulah mengapa ketika menstruasi akan keluar darah dan juga lendir. Fase ini pada umunya berlangsung selama 3 – 7 hari.

2. Fase Folikuler

Yang kedua adalah fase folikuler, dalam fase ini ovarium atau indung telur akan membentuk folikel. Foliel ini berisi sel telur yag belum matang, untuk mencapai usia telur yang matang membutuhkan waktu 11 – 27 hari, biasanya berbeda pada tiap wanita. selama waktu tumbuh dan matangnya sel telur maka dinding rahim akan kembali menebal.

3. Fase Ovulasi

Fase ovulasi sering juga disebut dengan fase subur. Fase ini terjadi ketika ovarium melepas sel telur yang sudah matang dan siap untuk dibuahi. Fase ovulasi ini hanya berlangsung selama kurang lebih 24 jam setelah terjadinya pelepasan telur atau ovulasi. Fase ovulasi ini biasanya terjadi pada hari ke 14 setelah fase menstruasi

4. Fase Luteal

Fase luteal adalah fase terakhir sebelum kembali ke fase mestruasi. Pada fase ini sel telur akan berubah menjadi jaringan yang disebut juga dengan korpus luteum. Korpus luteum menghasilkan hormon yang membuat dinding rahim semakin tebal, yang akan digunakan sebagai tempat menempelnya janin jika dibuahi. Namun jika tidak terjadi pembuahan jaringan ini akan menyusut dan terserap, sedangkan dinding rahim akan luruh dan terjadilah fase menstruasi.

Gejala Sebelum dan Saat Menstruasi

Selama siklus menstruasi berlangsung, hormon-hormon kewanitaan bekerja bergantian dan terus mengalami perubahan. Hal ini akan memberikan pengaruh terhadap kondisi fisik dan juga emosional para wanita. Gejala-gejala yang dialami sebelum siklus menstruasi disebut dengan premenstrual syndrome atau disebut juga dengan PMS.

Gejala yang muncul ketika PMS biasanya berbeda dengan gejala yang dialami saat mestruasi. Berikut adalah masing-masing gejala yang kerap muncul.

1. Gejala Saat PMS

Saat mengalami premenstrual syndrome atau PMS biasanya wanita akan mengalami beberapa gejala seperti nyeri pada payudara, tumbuhnya jerawat, kembung, mood swing dan sakit kepala.

PMS biasanya berlangsung selama 6 hari yaitu sekitar 4 hari sebelum menstruasi dan 2 – 3 hari seelah memasuki masa menstruasi.

2. Gejala saat Menstruasi

Saat menstruasi terjadi perubahan hormon yang juga akan memberikan dampak pada tubuh dan emosional. Terlebih pada saat ini  otot rahim akan berkontraksi untuk meluruhkan bagian dindingnya.

Gejala yang biasanya muncul saat fase menstruasi adalah nyeri pada bagian perut bawah, nyeri atau pegal pada bagian pinggang, pinggul dan punggung bawah, mual sakit kepala bahkan beberapa wanita mengalami diare saat menstruasi.

Gejala-gejala tersebut akan semakin ringan dan berkurang seiring dengan pertambahan usia, bahkan pada beberapa wanita gejala saat menstruasi menghilang setelah melahirkan.

Jika Anda merasakan gejala yang berlebihan saat menstruasi. Misal nyeri yang tidak tertahankan dan berulang. Ada baiknya Anda segera mengonsultasikan hal tersebut dengan dokter untuk mengantisipasi adanya gangguan dalam organ reproduksi.