7 Mitos Seputar Sunat yang Salah Kaprah


Mitos Seputar Sunat Yang Salah

7 Mitos Seputar Sunat yang Salah Kaprah. Banyak beredar mitos mengenai khitan atau sunat yang banyak orang mempercayai itu, padahal kabar tersebut belum tentu kebenarannya. Memang benar kalau sunat atau khitan adalah sesatu yang sangat penting. Selain menjadi kewajiban untuk para kaum lelaki menurut ajaran agama dan kepercayaan tertentu, khitan sebenarnya mempunyai beberapa khasiat dan manfaat untuk kesehatan.

Beberapa manfaat yang diperoleh setelah melakuan khitan atau sunat adalah menjaga kebersihan, mencegah infeksi, mencegah penyakit, mencegah inflamasi, bahkan juga dapat mencegah kanker. Namun sejauh ini masih saja ada mitos yang tersebar di kalangan masyarakat dan itu tidak sesuai dengan medis. Sebelumnya kami juga telah menghadirkan informasi cara menghilangkan bekas jerawat dengan bahan alami dan juga manfaat berenang untuk kesehatan tubuh.

Seperti yang kami sampaikan diatas, hari ini kami akan melanjutkan membahas beberapa mitos seputar khitan yang salah kaprah, dan banyak orang yang percaya dengan mitos tersebut. Padalah dalam ilmu medis mitos tersebut tidak terbukti sama sekali.

Mitos Seputar Sunat

Lantas apa sajakah mitos-mitos tersebut? Mari kita bahas bersama 7 mitos mengenai sunat atau khitan di MANFAATCARANYA.COM.

1. Sunat Membuat Pertumbuhan Anak Semakin Cepat

Ada orang bilang bahwa orang yang sudah dikhitan mulai semakin cepat tumbuh menjadi besar dan tinggi. Faktanya, itu tidaklah benar. Semakin bertumbuh tinggi bukanlah disebabkan oleh khitan melainkan tergantung pada nutrisi yang dikonsumsi oleh orang itu sendiri. Tidak ada kaitannya membuang sebagian kulit di Mr. P dengan pertumbuhan seseorang.

2. Setelah Sunat Tidak Boleh Makan Daging, Ikan dan Telur

Daging dan telur dipercaya mulai memperlambat sembuhnya anak yang dikhitan. Sehingga anak tak boleh mengonsumsi daging dan telur. Itu tak benar. Pasalnya daging dan telur memiliki kandungan protein tinggi yang justru mampu menolong menyembuhkan luka dengan cepat.

3. Dikhitan Jin

Ada cerita bahwa seorang anak dikhitan jin. Benarkah demikian? Pada dasarnya tak ada jin yang bertindak sebagai dokter sunat. Jadi, itu seluruhnya adalah mitos belaka. Penjelasan secara medis sudah ditemukan. ‘Burung’ anak kecil secara tiba-tiba kulit luarnya (kulup) menghilang dan muncul dengan penampilan layaknya telah dikhitan.

Padahal itu adalah paraphimosis, yaitu suatu keadaan yang mana tak ada kulit yang menutupi kepala penis karena tertarik ke belakang. Kulit tersebut tak bisa dikembalikan seperti semula. Penyebabnya adalah seringnya ‘burung’ anak kecil dibuat mainan, kulitnya ditarik ke belakang dan tak mampu dikembalikan. Sehingga penis terasa seperti tercekik.

Jika terjadi seperti ini seharusnya langsung dioperasi karena sangat berbahaya buat masa depan anak.

4. Ketika Sunat Menangis, Maka Akan Menikah dengan Janda

Ada mitos yang berkembang di masyarakat bahwa anak yang menangis ketika khitan maka jodohnya adalah seorang janda. Faktanya, tak ada hubungannya menangis ketika khitan dapat menikah dengan janda.

5. Tidak Boleh Lari-lari Sebelum Sunat Agar Tidak Keluar Banyak Darah

Orang tua zaman lalu tidak jarang mengingatkan agar si anak tak boleh berlari-lari 3 hari sebelum dikhitan. Alasannya agar tak keluar banyak darah. Faktanya itu salah, sebenarnya penyebab keluarnya banyak darah biasanya karena si anak yang akan di sunat atau khitan itu terlalu tegang, sehingga memicu jantung berdetak lebih kencang dari biasanya. Nah itulah sebabnya darah keluar banyak.

6. Sunat Terlambat Bikin Alot Prosesnya

Orang yang terlambat khitan alias terlalu tua untuk dikhitan, dikatakan bahwa proses pemotongannya bakalan alot. Faktanya, tidaklah benar. Tidak ada hubungannya faktor usia dengan gampang tidaknya proses pemotongan kulup penis.

7. Sunat Sebelum Akil Baligh Bikin Tidak Mampu Tinggi

Beberapa orang yakin bahwa khitan sebelum anak mengalami akil baligh atau pubertas mulai membuatnya tidak dapat tinggi. Sekali lagi, tinggi tidaknya seorang anak dipengaruhi oleh beberapa hal, keturunan dan bagaimana nutrisi baik masuk dalam tubuh. Sehingga terlalu cepat dikhitan tak memiliki efek pada tinggi badan.

Demikianlah informasi 7 mitos seputar sunat yang salah kaprah namun banyak yang percaya. Semoga dapat menambah wawasan sobat semua, sehingga tidak mudah percaya dengan mitos-mitos yang tidak terbukti dengan ilmu medis tersebut. Jangan lupa simak juga cara mencegah paru-paru basah dan juga tips menjaga kesehatan ginjal yang telah kami sajikan di halaman lainnya.