Manfaat Jeruk untuk Penyakit Stroke, Solusi Buah Herbal pada Kerusakan Otak


Manfaat Jeruk untuk Penyakit Stroke, Solusi Buah Herbal pada Kerusakan Otak

Manfaat Jeruk untuk Penyakit Stroke, Solusi Buah Herbal pada Kerusakan Otak. Stroke atau penyakit kerusakan otak termasuk dalam daftar pembunuh terbanyak di dunia. Selain faktor genetika juga pola hidup tak sehat yang melatarbelakanginya. Jeruk menjadi khasiat tersendiri bagi penderita stroke. Selain mudah dijumpai dan harganya terjangkau jeruk menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang membutuhkannya. Manfaat jeruk untuk penyakit stroke merupakan perkembangan terkini dari teknologi kedokteran untuk mengatasinya.

Strok dalam beberapa definisi dikatakan adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor. Hasil penellitian terbaru mengatakan bahwa ketika seseorang mengonsumsi buah jeruk secara rutin maka akan membantu mengurangi risiko stroke. Hasil research ini para peneliti memusatkan perhatian pada zat yang bernama flavanone pada buah jeruk.

Sebagaimana kata kepala nutrisi dari Norwich Medical School, University of East Anglia, Inggris.

“Data ini memberikan dukungan yang kuat untuk mengonsumsi lebih banyak buah jeruk sebagai konsumsi harian untuk mengurangi risiko stroke iskemik,”

Sisi lainnya memungkinkan senyawa flavanone mampu meningkatkan fungsi pembuluh darah atau mengurangi peradangan, yang telah dikaitkan dengan stroke. Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari flavanone, sebaiknya buah-buahan disajikan dalam bentuk jus dan tanpa tambahan gula. Penelitian ini dipublikasikan secara online pada 23 Februari 2012 dalam journal Stroke, yang risetnya didanai oleh US National Institutes of Health.

Apa itu Flavanones?

Flavanones merupakan jenis dari flavonoid yang selama dikenal karena kemampuannya dalam menekan kejadian risiko stroke lebih rendah. Selain buah dan sayuran, flavonoid juga banyak ditemukan dalam anggur merah dan coklat gelap. Pada kegiatan ini, para peneliti berfokus pada enam subkelas dari flavonoid, termasuk flavanone. Dalam risetnya peneliti mengevaluasi data dari U.S. Nurses Health Study selama 14 tahun.

Manfaat Jeruk untuk Penyakit Stroke dari Hasil Penelitian Terbaru

Penelitian ini melibatkan sekitar 70.000 wanita, yang masing-masing melaporkan asupan makanan mereka setiap empat tahun dan termasuk rincian tentang konsumsi buah dan sayuran. Pada akhir penelitian diketahui bahwa ada sekitar 1.803 kasus stroke yang terjadi. Sekitar setengahnya mengalami stroke iskemik (tersumbatnya saluran pembuluh darah).

Manfaat Jeruk untuk Penyakit Stroke. Peneliti mengatakan, jumlah asupan flavonoid tidak mengurangi risiko stroke, tetapi asupan flavanone dapat mengurangi risiko stroke. Wanita yang mendapatkan asupan flavanone lebih banyak memiliki risiko 19 persen lebih rendah terkena stroke iskemik ketimbang mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah sedikit. Para peneliti menemukan bahwa 95 persen konsumsi flavanone berasal dari buah jeruk dan jus, terutama jeruk orange dan grapefruit.

Peserta yang memakan buah atau jus jeruk paling banyak, risiko stroke berkurang sebanyak 10 persen. Wanita yang mendapat asupan terendah flavanone rata-rata mengonsumsi sekitar 150 miligram flavonoid per hari atau kurang. Sedangkan mereka yang mendapatkan asupan flavanone dalam jumlah banyak mengonsumsi sekitar 470 miligram sehari. Cassidy mengungkapkan, sepotong buah jeruk mengandung 45 sampai 50 miligram flavanone.

Temuan ini juga memperlihatkan tentang mereka yang menjalankan diet tinggi flavonoid cenderung memiliki gaya hidup yang sehat seperti, jarang merokok, lebih sering berolahraga, makan lebih banyak serat, dan sedikit konsumsi kafein dan alkohol. Peneliti menegaskan bahwa hubungan antara diet tinggi flavanone dan rendahnya risiko stroke tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.

Ada penelitian tambahan yang diperlukan untuk lebih memahami hubungan antara konsumsi flavanon dan risiko stroke, kata para peneliti. Meskipun studi ini hanya meliputi wanita, Cassidy menduga temuan akan berlaku untuk laki-laki. “Studi ini sekarang perlu dilakukan,” kata Cassidy.

Seorang ahli epidemiologi di University of Miami Miller School of Medicine departemen neurologi, Gardener Hannah, mengatakan research ini menambah informasi kepada kita untuk mengetahui hubungan antara makanan dan risiko stroke.

“Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa semakin besar konsumsi buah dan sayur dikaitkan dengan penurunan risiko stroke,” kata Gardener, yang tidak terlibat dalam studi. “Temuan ini menggarisbawahi pentingnya asupan buah dan sayuran, sekaligus memberikan bukti bahwa buah-buahan khususnya jeruk mungkin penting dalam hal mengurangi risiko stroke,” jelasnya. (sumber: kompas.com)

Baca Juga:

Demikian manfaat jeruk untuk penyakit stoke. Falsafah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik berusaha daripada terlambat.